Rabu, 21 Agustus 2013

SEPUTAR MALAM NISFU SYA'BAN


Copas dari status pewaris MBAW.
Yaitu akun yg bernama
Abu Rumaisha
:: Ada Apa Dengan Nisfu Sya'ban

Tampaknya malam ini (nisfu sya'ban) menjadi malam yg di nanti2 oleh orang yg kepingin masuk surga secara instan, & malam yg di katakan sebagai malam penghapusan dosa. Oleh karenanya pada malam ini (nisfu sya'ban) diperkirakan sebagian kaum muslimin yg kepingin dosanya terhapus akan tumpah ruah di berbagai masjid yg mengadakan acara penghapusqn dosa ini.

Di Banjarmasin, berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun kalau memasuki malam nisfu sya'ban, jalan2 pada lengang, orang jualan hampir tidak ada karena mereka pada sibuk menjalankan ritualnya di berbagai masjid, begitu juga siang harinya orang jualan, seperti warung makan semuanya tutup, makanya bagi yg tidak berpuasa pada hari tersebut niscaya akan kesulitan mencari tempat makan, kecuali pulang kerumah.

Sekarang kita bandingkan dengan bulan mulia "Ramadhan", dibulan ramadhan mereka tidak seperti nisfu sya'ban, warung makan tetap buka dengan alasan untuk melayani para musafir, padahal yg makan banyak penduduk lokal, terus di bulan ramadhan mereka yg ikut ritual nisfu sya'ban tadi ada yg tidak berpuasa, dengan anggapan dosa mereka selama setahun penuh telah di hapuskan, & setelah ritual tersebut mereka kembali melakukan berbagai kemaksiatan, baik yg besar maupun yg kecil karena mereka berpikir tahun depan juga kembali dihapuskan dengan melakukan ritual malam nisfu sya'ban tersebut.

Sungguh aneh memang, tatkala bulan ramadhan tiba mereka seakan tidak begitu antusiasnya menyambut kedatangan bulan yg mulia tersebut, berbanding terbalik dengan menyambut kedatangan malam nisfu sya'ban. Apalagi kalau kita lihat di malam2 datangnya lailatul qodar mereka tidak begitu antusias untuk mendapatkan malam tersebut, malahan di malam 2 ganjil tersebut mereka sibuk di mall & pusat perbelanjaan untuk menyiapkan keperluan di hari raya id.

Dan direncanakan acara malam nisfu sya'ban dibanjarmasin, pihak pengelola masjid Raya Sabilal Muhtadin (Masjid kebanggaan Kal-Sel) melaksanakannya di halaman masjid, sama seperti tahun sebelumnya, di karenakan ruang induk masjid tersebut tidak mampu menampung banyaknya masyarakat yg mengikuti acara tersebut. Padahal kalau dihari2 biasa jumlah kaum muslimin yg ada di jalan pada saat shalat magrib lebih banyak dibandingkan yg ada di masjid, yg ada di mall, di tempat kuliner, di pusat perbelanjaan lebih banyak, seakan panggilan adzan magrib tersebut mereka anggap sebagai angin lalu saja, tidak ada niat untuk mendatanginya.

Kini saatnya kita menengok sejarah perayaan malam nisfu sya'ban, orang yg pertama kali menghidupkan shalat pada malam nisfu sya’ban adalah seseorang yg dikenal dengan Babin Abul Hamroo'. Dia tinggal di Baitul Maqdis pada tahun 448 H. Dia memiliki bacaan Qur’an yg bagus. Suatu saat di malam nisfu sya’ban dia melaksanakan shalat di Masjidil Aqsho. Kemudian ketika itu ikut pula di belakangnya seorang pria. Kemudian datang lagi 3 atau 4 orang bermakmum di belakangnya. Lalu akhirnya jama'ah yg ikut di belakangnya bertambah banyak.
Ketika datang tahun berikutnya, semakin banyak yg shalat bersamanya pada malam nisfu sya’ban.
Kemudian amalan yg dia lakukan tersebarlah di Masjidil Aqsho dan di rumah2 kaum muslimin, sehingga shalat tersebut seakan-akan menjadi sunnah Nabi. (Al Bida' Al Hawliyah, 299)

Adapun alasan mereka melakukan rituan penyucian dosa tersebut karena termotivasi oleh hadits2 yg tidak sahih datangnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, diantaranya:

Hadist Ali ra, Rasulullah saw bersabda: "Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan salat & puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yg meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yg meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang2 yg mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing."

Riwayat dari A’isyah, bahwa beliau bersabda: "Aku pernah kehilangan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya: "Kamu khawatir Allah & Rasul-Nya akan menipumu?" (maksudnya, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka anda mendatangi istri yg lain.
Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam nisfu sya'ban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb."

**Sumber hadits diambil dari linknya aswaja

Itulah diantara hadits2 yg menjadikan mereka termotivasi untuk mengerjakannya. Seperti yg ana bilang dalam status sebelumnya kok bisa yg bid'ah mengalahkan yg sunnah bahkan yg wajib sekalipun, padahal kalau kita lihat diantara keutamaan puasa sunnah yg syar'i (puasa arafah) besar sekali keutamaannya, kenapa tidak mereka syi'arkan.

Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yg lalu & setahun akan datang. Puasa Asyuro (10
Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yg lalu.” (HR. Muslim)
Kan aneh yg bid'ah mereka semarakkan & yg benar2 ada perintahnya malah di tinggalkan. Bahkan yg anehnya diantara ke ajib-an nisfu sya'ban ini yg ga pernah / yg jarang ke masjid ikut hadir, karena mereka ingin memutihkan dosa2 mereka. Dan kalau memang kalian mau jujur harusnya puasa di bulan sya'ban ini jangan hanya sehari saja, mestinya malah di perbanyak, sebab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memperbanyak puasanya di bulan sya'ban ini.

Sungguh yg bid'ah mengalahkan yg sunnah, memang dunia sudah terbalik.
===============
TANGGAPAN:
Inilah salah satu status wahabi dunia maya yg hampir 100% menguasai warisan dari MBAW, ysitu dgn mudahnya melontarkan kata2 yg menyalahkan amalan yg jelas2 ada sunnah rosul.!

Coba lihat dakwah warisan MBAW berikut:

قال مفتي الحنابلة الشيخ محمد بن عبد الله بن حميد النجدي المتوفى سنة 1225 هـ في كتابه “السحب الوابلة على ضرائح الحنابلة” ص 276 عن محمد بن عبد الوهاب :”فإنّه كان إذا باينه أحد وردَّ عليه ولم يقدر على قتله مجاهرةً يرسل إليه من يغتاله في فراشه أو في السوق ليلاً لقوله بتكفير من خالفه واستحلاله قتله” انتهى.

Seorang mufti madzhab Hanbali Syaikh Muhammaad bin Abdullah bin Humaid an-Najdi (w.1225 H) dalam kitabnya al-Suhubu al-Wabilah ‘ala Dhara-ih al-Hanabilah berkata tentang Muhammad bin Abdul Wahhab: “Sesungguhnya dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) apabila berselisih dengan seseorang dan tidak bisa membunuhnya terang-terangan maka ia mengutus seseorang untuk membunuhnya ketika dia tidur atau ketika ia berada di pasar pada malam hari. Ini semua dia lakukan karena ia mengkafirkan orang yang menentangnya dan halal untuk dibunuh.” (Muhammad al-Najdi, al-Suhubu al-Wabilah ‘ala Dhara-ih al-Hanabilah, Maktabah al-Imam Ahmad, hal. 276).
وكان محمد بن عبد الوهاب وجماعته يحكمون على الناس (أي المسلمين) بالكفر واستباحوا دماءهم وأموالهم وانتهكوا حرمة النبيّ بارتكابهم أنواع التحقير له وكانوا يصرحون بتكفير الأمة منذ ستمائة سنة وأول من صرَّح بذلك محمد بن عبد الوهاب وكان يقول إني أتيتكم بدين جديد. وكان يعتقد أن الإسلام منحصرٌ فيه وفيمن تبعه وأن الناس سواهم كلهم مشركون (انظر “الدرر السنية” ص 42 وما بعدها)

Mari kita perhatikan dan baca dgn seksama tentang keutamaan bulan sya'ban dan nisfu sya'ban berikut ini.!

Al-Imam As-Subkiy.rhm berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.

Diriwayatkan kapadaku bahwa Sahabat Nabi Usamah bin Zaid.ra berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban.”

Kata Nabi, “Bulan itu sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:

Hadis Pertama

Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis Kedua

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Hadis Ketiga

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah.

Amalan di Malam Nishfu Sya’ban

Mengenai doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut :

Sabda Rasulullah saw : “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)

Berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Dengan fatwa ini maka kita memperbanyak doa di malam itu, jelas pula bahwa doa tak bisa dilarang kapanpun dan dimanapun, bila mereka melarang doa maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya?

Bila mereka meminta riwayat cara berdoa, maka alangkah bodohnya mereka tak memahami caranya doa, karena caranya adalah meminta kepada Allah.

Pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan mungkar dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dg muslim lainnya adalah pertanyaan yg membuat hal yg halal dilakukan menjadi haram, karena sebab pertanyaannya” (Shahih Muslim)

Mana selogan untuk mengajak ummat kembali pada al-qur an dan assunnah.?

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=541637249231981&set=pb.100001571310717.-2207520000.1377069761.&type=3&permPage=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar