Tampilkan postingan dengan label Anekdot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anekdot. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Agustus 2013

Ketika Telunjuk mulai di Permasalahkan

Hansip : "Aanu bang Ju,, Dimesjid ada Anak2 Irma gi pada ribut ma Anak2 kompleks sebelah tuh.. gimana nih ?"

Juha :" lhoo.. kan yg jd hansipnya abang.. kenape ga langsung dipentungin aja tu anak atu_atu. . . biggrin

Hansip :"eNTu diè masalahnya kalo ribut urusan rebutan cewek,, biar ane yg berèsin ... ini mah laen lagi urusannye... tu anak gi pada ribut Urusan Dalil telunjuk Tahiyyat"

Juha :"Hadeuh.. sudah lagu lama lagi nih. . mang gimane Ceritanya ?

Hansip :"Menurut Anak2 komplek Tahiyat itu telunjuknya mesti digerak2in twing_twing getoh... Kalo nggak masuknya bid'ah"
( mencoba utk mnjelaskan )

Juha: "Kalo yg begini mah masuknya bukan Bid'ah tapi lebìh tepatnye Khilafiah bang
. Perbedaannya terletak dicara menerjemahkah hadits :
يحرك ها
mgkin dlm kata itu mereka ngasih harkatnya jd "Yuharrikuha" yg artinya menggerak_gerakan jari (lebih dr satu kali) .. sdangkan kita mengharkatinya dgn "Yahrikuha" menggerakan telunjuk( cukup satu kali saja)..

Hansip :" Oooh gitu ?.. Jd nyang bener yg mana ?

Juha: "Yg bener yg Memakai dalil tentunya "

Hansip :"Lho kan dua_duanya punya dalil bang Ju ?

Juha :"Berarti dua_duanya Bener "

Hansip :" Kalo dua2nya bener berarti yg salah yg mana ?

Juha :"Yg salah itu yg maksain dalilnya sama orang lain,. supaya ikut pemahamannya "..bisa dicerna dikit bang ?? biggrin

Hansip :"iye juga ya.. !!.. Eh tp kalo dia masih ngotot maksain fahamnya gimane ?
..Palagi pake iming2 bid'ah segala ?

Juha :"Haaaalah repot2 amat bang.. Lha entu pentungan yg abang bawa tiap waktu ??
Gunanye untuk apa coba ?
Mubadzir bang diantepin terus. . . smile

Hansip :"Hahahahaha......"

Mau mengikuti Ghuroba atau Faham Terbanyak ?

Abu Murokab :"ana tdk heran tuh kalo ada Aswaja yg mencak2,. Sumpah serapah,. Mencaci maki de el el... La wong Nabi jg dulu dakwahnya penuh tantangan dari kaum Musyrikin makkah ... ( mulai memancing percakapan )

Juha :"cieleh bang... lagian mana ada asap,,kalo abang ga nyalain api. . . Gak bakalan ada Reaksi kalo tdk ada aksi. . . Gak bakalan ada bantahan kalo abang ga bid'ahin dan nyela2 amalan orang. ..
Mulut abang aja yg Usil ...

Abu Murokab :"Kami ini Pejuang Sunnah yg senantiasa akan selalu berusaha memurnikan Tauhid2 Aswaja .."

Juha :" Waduuhh .. Tauhid pake dimurnikan segala bang.. Kayak Bensin 2 tax aja ..ada istilah dimurnikan . .

Abu Murokab :" Haaaahh. . Memang susah berbicara dgn Aswaja yg pada taqlid buta sama kyainya.. Mereka terlalu Ta'ashshub alias fanatiq sama madzhab2 nya...

Juha :"ekhem. ..memangnya abang sendiri tdk bermadzhab ?!
Ckckckck. . . Terus.. wudlu sholatnya ngikutin siapa ?

Abu Murokab :" Ane mengamalkan yg termudah dr semuanya.. Karna islam itu mudah ..dan tdk memberatkan hambanya..

Juha :"Ooh kalo itu namanya Talfiq alias tambal sulam bang. . .malah lebih parah itu mah. . .

Abu Murokab :" sudahlah,. Islam itu Dulunya Asing,.dan akhir jaman akan dianggap asing jg,.maka ane berbahagia karena ada dibagian Yang diasingkan.

Juha :"Diasingkan atau mengasingkan diri dr Yang lain bang ?

Abu Murokab :"yg jelas kami adalah Ghuroba.. Yg dimaksud dgn Hadits Nabi Sbg Firqoh Najiyyah..satu2nya firqoh yg Akan Masuk Surga dgn Selamat.. Ekhem,

Juha :"eeeitts Jangan terlalu kepedean gitu dong Bang..
Bukankah Rosul SAW sendiri telah Mewajibkan Supaya kita mengikuti Faham Ulama yang terbanyak ??.. bukan yg Sempalan apalagi yg memisahkan diri !!,, sebagaimana Sabdanya:
إ ِنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ رَأَيْتُمُوهُ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ أَوْ يُرِيدُ يُفَرِّقُ أَمْرَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَائِنًا مَنْ كَانَ فَاقْتُلُوهُ فَإِنَّ يَدَ اللَّهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ يَرْكُضُ
(رواه النسائي)

"Sesungguhnya akan ada setelahku kejelekan dan kerusakan. Maka barang siapa yang melihat orang yang memisahkan diri dari jama'ah (mayoritas umat Islam) atau ingin memecah urusan (agama) umat Muhammad Saw. yang secara nyata terjadi, maka perangilah. Sesungguhnya rahmat Allah atas jama'ah. Sesungguhnya syetan berlari bersama orang yang memisahkan diri dari jama'ah" (HR. An-Nasa'i).

إِنَّ أُمَّتِي لاَ تَجْتَمِعُ عَلَى ضَلاَلَةٍ فَإِذَا رَأَيْتُمْ اخْتِلاَفًا فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ اْلأَعْظَمِ (رواه ابن ماجة)

"Sesungguhnya umatku tidak akan berkumpul (untuk bersepakat) atas kesesatan. Maka apabila kalian mendapati perbedaan pendapat, hendaklah kalian mengikuti kelompok (ulama) yang terbesar (terbanyak)" (HR. Ibnu Majah).
Hayooo.. masih mau berdiri dlm keasingan ? .. Apa mau berdiri bersama golongan terbanyak menyertai Para Auliya,,Para Ulama,Para Habaib, Kyai,Santri Sholihin dan sederet yg lainnya ??

Abu Murokab :". . . . . . . . . . . . "

Debat Wahabi / Salafi VS NU

Nah, di bawah ini ada anekdot dari perdebatan antara Salafy Wahabi VS NU. Ini memang murni lucu-lucuan, tapi walaupun sekedar humor, namun tetap memiliki kekuatan lebih dari sekedar humor biasa.



Wahabi & Salafi (WS): “Maulid dan tahlilan itu haram, dilarang di dalam agama.”

Nahdlatul Ulama (NU) : “Yang dilarang itu bid’ah, bukan Maulid atau tahlilan, bung!
Selamat mengikuti anekdot ini, dan awas, jangan tegang terus, ah….?
WS : “Maulid dan tahlilan tidak ada dalilnya.”

NU : “Makanya jangan cari dalil sendiri, nggak bakal ketemu. Tanya dong sama guru, dan baca kitab ulama, pasti ketemu dalilnya.”
WS : “Maulid dan tahlilan tidak diperintah di dalam agama.”
NU : “Maulid dan tahlilan tidak dilarang di dalam agama.”
WS : “Tidak boleh memuji Nabi Saw. secara berlebihan.”
NU : “Hebat betul anda, sebab anda tahu batasnya dan tahu letak berlebihannya. Padahal, Allah saja tidak pernah membatasi pujian-Nya kepada Nabi Saw. dan tidak pernah melarang pujian yang berlebihan kepada beliau.”
WS : “Maulid dan tahlilan adalah sia-sia, tidak ada pahalanya.”
NU : “Sejak kapan anda berubah sikap seperti Tuhan, menentukan suatu amalan berpahala atau tidak, Allah saja tidak pernah bilang bahwa Maulid dan tahlilan itu sia-sia.”
WS : “Kita dilarang mengkultuskan Nabi Saw. sampai-sampai menganggapnya seperti Tuhan.”
NU : “Orang Islam paling bodoh pun tahu, bahwa Nabi Muhammad Saw. itu Nabi dan Rasul, bukan Tuhan.”
WS : “Ziarah ke makam wali itu haram, khawatir bisa membuat orang jadi musyrik.”
NU : “Makanya, jadi orang jangan khawatiran, hidup jadi susah, tahu.”
WS : “Mengirim hadiah pahala kepada orang meninggal itu percuma, tidak akan sampai.”
NU : “Kenapa tidak! kalau anda tidak percaya, silakan anda mati duluan, nanti saya kirimkan pahala al-Fatihah kepada anda.”
WS : “Maulid itu amalan mubazir. Daripada buat Maulid, lebih baik biayanya buat menyantuni anak yatim.”
NU : “Cuma orang pelit yang bilang bahwa memberi makan atau berinfak untuk pengajian itu mubazir. Sudah tidak menyumbang, mencela pula.”
WS : “Maulid dan tahlilan itu bid’ah, tidak ada di zaman Nabi saw.”
NU : “Terus terang, Muka anda juga bid’ah, karena tidak ada di zaman Nabi Saw.”
WS : “Semua bid’ah (hal baru yang diada-adakan) itu sesat, tidak ada bid’ah yang baik/hasanah.”
NU : “Saya ucapkan selamat menjadi orang sesat. Sebab Nabi Saw. tidak pernah memakai resleting, kemeja, motor, atau mobil seperti anda. Semua itu bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat.”
WS : “Kasihan, masyarakat banyak yang tersesat. Mereka melakukan amalan bid’ah yang berbau syirik.”
NU : “Sudah lah, kalau anda masih bodoh, belajarlah dulu, sampai anda bisa melihat jelas kebaikan di dalam amalan mereka.”
WS : “Saya menyesal dilahirkan oleh orang tua yang banyak melakukan bid’ah.”
NU : “Orang tua anda juga pasti sangat menyesal karena telah melahirkan anak durhaka yang sok pintar seperti anda.”
WS : “Para penceramah di acara Maulid, bisanya hanya mencaci maki dan memecah belah umat.”
NU : “Sebetulnya, para penceramah itu hanya mencaci maki orang seperti anda yang kerjanya menebar keresahan dan benih perpecahan di kalangan umat.”
WS : “Qunut Shubuh itu bid’ah, tidak ada dalilnya, haram hukumnya.”
NU : “Kasihan, rokok apa yang anda hisap? Setahu saya, di dalam iklan, merokok Star Mild hanya membuat orang terobsesi menjadi sutradara atau orator. Sedangkan anda sudah terobsesi menjadi ulama besar yang mengalahkan Imam Syafi’i yang mengamalkan qunut shubuh. Lebih Brasa, Brasa Lebih pinter gitu loh!”