Selasa, 02 Februari 2016

WAHABI ADALAH PENGIKUT DAJJAL KELAK

Kemunculan Dajjal merupakan puncak dari munculnya fitnah paling besar dan mengerikan di muka bumi ini bagi umat manusia khususnya umat Muslim.

Kemunculannya di akhir zaman, di masa imam Mahdi dan Nabi Isa ‘alaihis salam, akan banyak mempengaruhi besar bagi umat muslim sehingga banyak yang mengikutinya kecuali orang-orang yang Allah jaga dari fitnahnya.

Dalam hadits disebutkan :
قام رسول الله صلى الله عليه و سلم في الناس فأثنى على الله بما هو أهله، ثم ذكر الدجال فقال: ” إني لأنذركموه، وما من نبي إلا وقد أنذر قومه
“ Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia dan memuji keagungan Allah, kemudianbeliau menyebutkan Dajjal lalu mengatakan : “ Sesungguhnya aku memperingatkan kalian akan dajjal,tidak ada satu pun seorang nabi, kecuali telah memperingatkan umatnya akan dajjal “. (HR. Bukhari : 6705)

Dalam hadits lain, Nabi bersabda :
ليس من بلد إلا سيطؤه الدجال
“ Tidak ada satu pun negeri, kecuali akan didatangi oleh dajjal “. (HR. Bukhari : 1782)

Pada kesempatan ini, saya tidak menjelaskan sepak terjang dajjal, namun saya akan sedikit membahas sebagian kaum yang menjadi pengikut dajjal. Dan kali ini, saya tidak mengungkap semua kaum yang mengikuti dajjal, namun saya akan menyinggung satu persoalan yang cukup menarik yang telah diinformasikan oleh nabi bahwa ada kelompok umatnya yang akan menjadi pengikut setia dajjal, padahal sebelumnya mereka ahli ibadah bahkan ibadah mereka melebihi ibadah umat Nabi Muhammad lainnya, mereka rajin membaca al-Quran, sering membawakan hadits Nabi, bahkan mengajak kembali pada al-Quran. Namun pada akhirnya mereka menjadi pengikut dajjal, apa yang menyebabkan mereka terpengaruh oleh dajjal dan menjadi pengikut setianya ? simak uraiannya berikut :

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إنَّ مِن بعْدِي مِنْ أُمَّتِي قَوْمًا يَقْرَؤُنَ اْلقُرآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَلاَقِمَهُمْ يَقْتُلُوْنَ أَهْلَ اْلإسْلاَمِ وَيَدَعُوْنَ أَهْلَ اْلأَوْثَانِ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ اْلإسْلاَمِ كمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مَنَ الرَّمِيَّةِ، لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ
“ Sesungguhnya setelah wafatku kelak akan ada kaum yang pandai membaca al-Quran tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala,mereka lepas dari Islam seperti panah yang lepas dari busurnya seandainya (usiaku panjang dan) menjumpai mereka (kelak), maka aku akan memerangi mereka seperti memerangi (Nabi Hud) kepada kaum ‘Aad “.(HR. Abu Daud, kitab Al-Adab bab Qitaalul Khawaarij : 4738)

Nabi juga bersabda :
سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ
“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya.
Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa cirri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)

Nabi juga bersabda :
سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمانِ قَومٌ أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ قَوْلَ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنَ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، فَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْراً لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَة
“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “. (HR. Imam Bukhari 3342)

Dalam hadits lain Nabi bersabda :
يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ
“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

Ketika sayyidina Ali dan para pengikutnya selesai berperang di Nahrawain, seseorang berkata :
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَبَادَهُمْ وَأَرَاحَنَا مِنْهُمْ
“ Alhamdulillah yang telah membinasakan mereka dan mengistirahatkan kita dari mereka “, maka sayyidina Ali menyautinya :
كَلاَّ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ مِنْهُمْ لَمَنْ هُوَ فِي أَصْلاَبِ الرِّجَالِ لَمْ تَحْمِلْهُ النِّسَاءُ وَلِيَكُوْنَنَّ آخِرَهُمْ مَعَ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّال
“ Sungguh tidak demikian, demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya akan ada keturunan dari mereka yang masih berada di sulbi-sulbi ayahnya dan kelak keturunan akhir mereka akan bersama dajjal “.

Penjelasan :
Dalam hadits di atas Nabi menginformasikan pada kita bahwasanya akan ada sekelompok manusia dari umat Nabi yang lepas dari agama Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya dengan sifat dan ciri-ciri yang Nabi sebutkan dalam hadits-haditsnya di atas sebagai berikut :

1. Senantiasa membaca al-Quran, Namun kata Nabi bacaanya tidak sampai melewati tenggorokannyaartinya tidak membawa bekas dalam hatinya.
2. Suka memerangi umat Islam.
3. Membiarkan orang-orang kafir.
4. Memperbagus ucapan, namun parkteknya buruk.
5. Selalu mengajak kembali pada al-Quran, namun sejatinya al-Quran berlepas darinya.
6. Bercukur gundul.
7. Berusia muda.
8. Lemahnya akal.
9. Kemunculannya di akhir zaman.
10. Generasi mereka akan terus berlanjut dan eksis hingga menajdi pengikut dajjal.

Jika kita mau mengkaji, meneliti dan merenungi data-data hadits di atas dan melihat realita yang terjadi di tengah-tengah umat akhir zaman ini, maka sungguh sifat dan cirri-ciri yang telah Nabi sebutkan di atas, telah sesuai dengan kelompok yang selalu teriak lantang kembali pada al-Quran dan hadits, kelompok yang senantiasa mempermaslahkan urusan furu’iyyah ke tengah-tengah umat, kelompok yang mengaku mengikut manhaj salaf, kelompok yang senantiasa membawakan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam yaitu tidak ada lain adalah wahhabi yang sekarang bermetomorfosis menjadi salafi.

Membaca al-Quran dan selalu membawakan hadist-hadits Nabi adalah perbuatan baik dan mulia, namun kenapa Nabi menjadikan hal itu sebagai tanda kaum yang telah keluar dari agama tersebut?? Tidak ada lain, agar umat ini tidak tertipu dengan slogan dan perilaku mereka yang seakan-akan membawa maslahat bagi agama Islam. Ciri mereka yang suka memerangi umat Islam, tidak samar dan tidak diragukan lagi, sejarah telah mencatat dan mengakui sejarah berdarah mereka di awal kemuculannnya, ribuan umat Islam dari kalangan awam maupun ulamanya telah menjadi korban berdarah mereka hanya karena melakukan amaliah yang mereka anggap perbuatan syirik dan kufr dan dianggap telah menentang dakwah mereka. Namun dengan musuh Islam yang sesungguhnya, justru mereka biarkan bahkan hingga saat ini mereka akrab dengan kaum kafir, adakah sejarahnya mereka memerangi kaum kafir??

Ciri berikutnya adalah memperbagus ucapan namun prakteknya buruk. Mereka jika berbicara dengan lawannya selalu mengutarakan ayat-ayat al-Quran dan hadits, namun ucapanya tersebut tidaklah dinyatakan dalam prakteknya, kadang mereka membaca mushaf al-Quran pun sambil tiduran tanpa ada adabnya sama sekali.

Ciri berikutnya adalah mereka senantiasa berkoar-koar kepada kaum muslimin lainnya agar kembali pada al-Quran. Tanda mereka ini sangat nyata dan kentara kita ketahui pada realita saat ini, kaum wahabi selalu teriak kepada kaum muslimin untuk kembali pada Al-Quran.

Ahlus sunnah selalu mengajak pada Al-Quran karena ajaran mereka memang bersumber dari Al-Quran, namun kenapa Allah menjadikan sifat ini sebagai tanda pada kaum neo khawarij (wahabi) ini?? Sebab merekalah satu-satunya kelompok yang dikenali di kalangan awam yang selalu teriak mengajak pada Al-Quran sedangkan Al-Quran sendiri berlepas diri dari mereka.Sehingga hal ini (yad’uuna ilaa kitabillah; mengajak kepada Al-Quran) menjadi tanda atas kelompok ini bukan pada kelompok khawarij lainnya.

Tanda mereka adalah bercukur gundul. Hal ini menambah keyakinan kita bahwa yang dimaksud oleh Nabi dalam tanda ini adalah tidak ada lain kelompok wahabi.

Tidak ada satu pun kelompok ahli bid’ah yang melakukan kebiasaan dan melazimkan mencukur gundul selain kelompok wahabi ini, mereka kelompok sesat lainnya hanya bercukur gundul pada saat ibadah haji dan umrah saja sama seperti kaum muslimin Ahlus sunnah. Namun kelompok wahabi ini menjadikan mencukur gundul ini suatu kelaziman bagi pengikut mereka kapan pun dan dimana pun. Bercukur gundul ini pun telah diakui oleh Tokoh mereka; Abdul Aziz bin Hamd (cucu Muhammad bin Abdul Wahhab) dalam kitabnya Majmu’ah Ar-Rasaail wal masaail : 578.

Cirri berikutnya adalah berusia muda dan akalnya lemah. Mereka pada umumnya masih berusia muda tetapi lemah akalnya, atau itu adalah sebuah kalimat majaz yang bermakna orang-orang yang kurang berpengalaman atau kurang berkompetensi dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah. Subyektivitas dengan daya dukung pemaham yang lemah dalam memahaminya, bahkan menafsiri ayat-ayat Al-Qur`an dengan mengedepankan fanatik dan emosional golongan mereka sendiri.

Senin, 01 Februari 2016

SIAPA WAHABI ITU..?

Wahabi sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (wafat tahun 1420 H) :
.
        اَلْوَهَّابِيَّةُ هُمْ أَتْبَاعُ الشَّيْخِ الْإِمَامِ مُحَّمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْوَّهَّابِ بْن سُلَيْمَانَ بْنِ عَلِيٍّ اَلتَّمِيْمِيِّ الْحَنْبَلِيِّ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ سِتٍّ وَمِائَتَيْنِ وَأَلْفٍ مِنَ الْهِجْرَةِ،
Wahhabiyyah, mereka adalah pengikut Syeikh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali Attamimy Al-Hanbaliy.
Beliau wafat tahun 1206 H

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/10235
.
Dalam kitab al-Munjid Fil A’lam  halaman 454
.
مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ مُصْلِحٌ دِيْنِيٌّ وَزَعِيْمُ الْوَهَّابِيَّةِ
Muhammad bin Abdul  Wahhab, pembaharu agama dan pemimpin Wahhabiyyah

PANDANGAN ULAMA MADZHAB TERHADAP WAHABI
--------------------------------------------------

ULAMA KALANGAN MADZHAB HANAFI

Syeikh Ibn Abidin (wafat tahun 1252 H) berkata dalam kitabnya Hasyiyah Radd Al-Muhtar ‘Alaa Addurr Al-Mukhtar Syarhi Tanwiiril Absharjuz IV halaman 262, maktabah syamilah:
.
كَمَا وَقَعَ فِيْ زَمَانِنَا فِيْ أَتْبَاعِ ابْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ الَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ نَجْدٍ وَتَغَلَّبُوْا عَلَى الْحَرَمَيْنِ وَكَانُوْا يَنْتَحِلُوْنَ مَذْهَبَ الْحَنَابِلَةِ لَكِنَّهُمْ اِعْتَقَدُوْا أَنَّهُمْ هُمُ الْمُسْلِمُوْنَ وَأَنَّ مَنْ خَالَفَ اعْتِقَادَهُمْ مُشْرِكُوْنَ وَاسْتَبَاحُوْا بِذَلِكَ قَتْلَ أَهْلِ السُّنَّةِ وَقَتْلَ عُلَمَائِهِمْ حَتَى كَسَرَ اللهُ شَوْكَتَهُمْ وَخَرَبَ بِلاَدَهُمْ وَظَفِرَ بِهِمْ عَسَاكِرُ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِيْنَ وَمِائَتَيْنِ وَأَلْفٍ. اهـ
Sebagaimana yang terjadi pada masa kita, pada pengikut Ibnu Abdil Wahhab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci.
.
Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa mereka saja kaum Muslimin, sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik.
.
Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulamanya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka dan dikuasai oleh tentara  kaum Muslimin pada tahun 1233 H.
--------------------------------------------------

ULAMA KALANGAN MADZHAB MALIKI

Syeikh Ahmad bin Muhammad Al-Shawi Al-Maliki (1175 H – 1241 H), ulama terkemuka abad 12 Hijriah dan semasa dengan pendiri Wahabi (Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab, 1115 H – 1206 H), berkata dalam Hasyiyah ‘Alaa Tafsir Al-Jalalain  juz III halaman 307 sebagai berikut:

وَقِيْلَ هَذِهِ اْلآَيَةُ نَزَلَتْ فِي الْخَوَارِجِ الَّذِيْنَ يُحَرِّفُوْنَ تَأْوِيْلَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَيَسْتَحِلُّوْنَ بِذَلِكَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَمْوَالَهُمْ كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ اَلْآنَ فِيْ نَظَائِرِهِمْ وَهُمْ فِرْقَةٌ بِأَرْضِ الْحِجَازِ يُقَالُ لَهُمُ الْوَهَّابِيَّةُ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ عَلَى شَيْءٍ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْكَاذِبُوْنَ
Dikatakan: “Ayat ini turun mengenai  orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka  akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta.”
--------------------------------------------------

ULAMA KALANGAN MADZHAB SYAFI’I

Dari kalangan ulama madzhab Syafi’i, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Al-Makki (1232 H – 1304 H), berkata dalam kitab Fitnah Al-Wahhabiyah, halaman 20, cetakan Daarussefaka, Istanbul Turki tahun 1978:

وَكَانَ السَّيِّدُ عَبْدُ الرَّحْمنِ الْأَهْدَلُ مُفْتِيْ زَبِيْدَ يَقُوْلُ: لَا يُحْتَاجُ التَّأْلِيْفُ فِي الرَّدِّ عَلَى ابْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ، بَلْ يَكْفِيْ فِي الرَّدِّ عَلَيْهِ قَوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِيْمَاهُمُ التَّحْلِيْقُ، فَإِنَّهُ لَمْ يَفْعَلْهُ أَحَدٌ مِنَ الْمُبْتَدِعَةِ
“Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal, mufti Zabid berkata: “Tidak perlu menulis bantahan terhadap Ibn Abdil Wahhab.
.
Karena sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam cukup sebagai bantahan terhadapnya, yaitu “Tanda-tanda mereka (Khawarij)  adalah mencukur rambut (maksudnya orang yang masuk dalam ajaran Wahhabi, harus mencukur rambutnya)”. Karena hal itu belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan ahli bid’ah.”

Sumber: Kitab Fitnah Al-Wahhabiyah
--------------------------------------------------
ULAMA KALANGAN MADZHAB  HANBALI

Syeikh Muhammad bin Abdullah bin Humaid al-Najdi (wafat tahun 1295 H) berkata dalam kitabnya As-Suhub Al-Wabilah ‘ala Dharaih Al-Hanabilah halaman 277, cetakan maktabah Imam Ahmad, ketika  menulis biografi Syaikh Abdul Wahhab, ayah pendiri Wahhabi, sebagai berikut:

عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ سُلَيْمَانَ التَّمِيْمِيُّ النَّجْدِيُّ وَهُوَ وَالِدُ صَاحِبِ الدَّعْوَةِ الَّتِيْ انْتَشَرَ شَرَرُهَا فِي الْأَفَاقِ لَكِنْ بَيْنَهُمَا تَبَايُنٌ مَعَ أَنَّ مُحَمَّدًا لَمْ يَتَظَاهَرْ بِالدَّعْوَةِ إِلَّا بَعْدَ مَوْتِ وَالِدِهِ وَأَخْبَرَنِيْ بَعْضُ مَنْ لَقِيْتُهُ عَنْ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ عَمَّنْ عَاصَرَ الشَّيْخَ عَبْدَالْوَهَّا بِ هَذَا أَنَّهُ كَانَ غَاضِبًا عَلَى وَلَدِهِ مُحَمَّدٍ لِكَوْنِهِ لَمْ يَرْضَ أَنْ يَشْتَغِلَ بِالْفِقْهِ كَأَ سْلاَفِهِ وَأَهْلِ جِهَتِهِ وَيَتَفَرَّسُ فِيْه أَنَّهُ يَحْدُثُ مِنْهُ أَمْرٌ .فَكَانَ يَقُوْلُ لِلنَّاسِ: يَا مَا تَرَوْنَ مِنْ مُحَمَّدٍ مِنَ الشَّرِّ فَقَدَّرَ اللهُ أَنْ صَارَ مَاصَارَ وَكَذَلِكَ ابْنُهُ سُلَيْمَانُ أَخُوْ مُحَمَّدٍ كَانَ مُنَافِيًا لَهُ فِيْ دَعْوَتِهِ وَرَدَّ عَلَيْهِ رَدًّا جَيِّدًا بِاْلآَ ياَتِ وَاْلآثاَرِ وَسَمَّى الشَّيْخُ سُلَيْمَانُ رَدَّهُ عَلَيْهِ ( فَصْلُ الْخِطَابِ فِي الرَّدِّ عَلىَ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ ) وَسَلَّمَهُ اللهُ مِنْ شَرِّهِ وَمَكْرِهِ مَعَ تِلْكَ الصَّوْلَةِ الْهَائِلَةِ الَّتِيْ أَرْعَبَتْ اَلْأَبَاعِدَ فَإِنَّهُ كَانَ إِذَا بَايَنَهُ أَحَدٌ وَرَدَّ عَلَيْهِ وَلَمْ يَقْدِرْ عَلَى قَتْلِهِ مُجَاهَرَةً يُرْ سِلُ إِلَيْهِ مَنْ يَغْتَالُهُ فِيْ فِرَاشِهِ أَوْ فِي السُّوْقِ لَيْلًا لِقَوْلِهِ بِتَكْفِيْرِ مَنْ خَالَفَهُ وَاسْتِحْلاَلِ قَتْلِهِ. اهـ
“Abdul Wahhab bin Sulaiman al-Tamimi al-Najdi, adalah ayah  pembawa dakwah Wahhabiyah, yang percikan apinya telah tersebar di berbagai penjuru.
.
Akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Padahal Muhammad (pendiri Wahhabi) tidak terang-terangan  berdakwah kecuali setelah meninggalnya sang ayah.
.
Sebagian ulama yang aku jumpai menginformasikan kepadaku, dari orang yang semasa dengan Syaikh Abdul Wahhab ini, bahwa beliau sangat murka kepada anaknya, karena ia tidak suka belajar ilmu  fiqih seperti para pendahulu dan orang-orang di daerahnya.
.
Sang ayah selalu berfirasat tidak baik tentang anaknya pada masa yang akan datang. Beliau selalu berkata kepada masyarakat,: “Hati-hati, kalian akan menemukan keburukan dari Muhammad.” Sampai akhirnya takdir Allah benar-benar terjadi.
.
Demikian pula putra beliau, Syaikh Sulaiman (kakak Muhammad bin Abdul Wahhab), juga menentang terhadap dakwahnya dan membantahnya dengan bantahan yang baik berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
.
Syaikh Sulaiman menamakan bantahannya dengan judul Fashl al-Khithab fi al-Radd ‘ala Muhammad bin Abdul Wahhab. Allah telah menyelamatkan Syaikh Sulaiman dari keburukan dan tipu daya adiknya meskipun ia sering melakukan serangan besar yang mengerikan terhadap orang-orang yang jauh darinya.
.
Karena setiap ada orang yang menentangnya, dan membantahnya, lalu ia tidak mampu membunuhnya secara terang-terangan , maka ia akan mengirim orang yang akan menculik dari tempat tidurnya atau di pasar pada malam hari karena pendapatnya yang mengkafirkan  dan menghalalkan membunuh orang yang menyelisihinya.

Sumber: Kitab As-Suhub Al-Wabilah ‘ala Dharaih Al-Hanabilah

☆☆ FITNAH WAHABI TALAFI ☆☆

● Apa Benar Imam Syafi'ie Membenci Tashawwuf...??? ●

Demi mendiskreditkan salah satu pilar keilmuan ISLAM  yaitu Tashawwuf,
Maka wahabi Talafi seringkali menukil dengan Memotong atau Memangkas kalimat dalam kitab-kitab klasik.

Secara sepintas dibaca memang memberikan penilaian negatif full pada tashawwuf,

{Silahkan lihat Scan lingkaran merah dalam gambar):

لو أن رجلا تصوف من أول النهار، لم يأت عليه الظهر إلا وجدته أحمق

Artinya : "Kalau seandainya seorang laki-laki mengamalkan tashawuf di awal siang,
Maka tidak sampai kepadanya dhuhur kecuali ia menjadi kekurangan akal"

■ Diambil dari Manaaqib Al-Imaam Asy-Syaafi’iy li Al-Baihaqiy, Juz 2 Halaman 207.
(kitab karya Imam Baihaqiy)

Ada Dua (2) sikap golongan wahabi Talafi terhadap data teks ini.

1. Wahabi Taklid Buta :
Yaitu orang-orang dari kelompok wahabi Talafi yang menemukan tulisan diatas, tanpa tendeng aling-aling karena memang tidak punya standar keilmuan yg memadai untuk menelaah kitab,
Yaitu Langsung COPY PASTE dan dijadikan hujjah untuk menghantam tashawwuf.

2. Wahabi Tutup Mata :
Yaitu orang-orang dari kelompok wahabi Talafi yang cukup tahu darimana tulisan ini diambil,
Namun entah karena memang Kelicikannya,
Sehingga Hilang Kejujuran dalam hatinya untuk mengetengahkan data lengkap isi kitab tsb.
Dengan membiarkan fitnah ini terus berjalan.

(Lihat Lingkar biru dalam scan gambar)

قلت : وإنما أراد به من دخل في الصوفية واكتفى بالاسم عن المعنى، وبالرسم عن الحقيقة، وقعد عن الكسب، وألقى مؤنته على المسلمين، ولم يبال بهم، ولميرع حقوقهم ولم يشتغل بعلم ولا عبادة، كما وصفهم في موضع آخر

Artinya : " Aku(Imam Baihaqiy) katakan :
”Sesungguhnya yang dimaksud (Imam Syafi'i) adalah orang yang masuk dalam shufi namun hanya cukup dengan nama bukan dengan makna (pengamalan), merasa cukup dengan simbol dan melupakan hakekat shufi,
Malas bekerja,
Membebankan nafkah pada kaum muslimin tapi tidak peduli dgn mereka,
Tidak menjaga haq-haq mereka, tidak menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah, sebagaimana beliau menyifati hal ini pada tempat lainnya".

※ Tulisan itu masih berada pada kitab yang sama,
Penulis yang sama,
Juz yang sama,
Halaman yang sama, yaitu halaman 207.

Saya berani  mengatakan bahwa Wahabi Talafi BIANG FITNAH terhadap Tashawwuf,

Sikap siapa yang mereka tauladani...??
Ketika mengambil potongan kalimat dalam kitab seorang Imam, 'Alim, Ulama Islam,
Namun penjelasan sang Imam dalam kitabnya sendiri tidak diindahkan,
Demi Kebencianya terhadap Tashawwuf.

————————————————————————————

☆ AQIDAH SESAT MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB ☆

Bismillah

※ Didalam kitab "Duraris assaniyah fi arraddi alaa al wahabiyah"......
● Karangan Syaikhul Islam As Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan.

{ SILAHKAN LIHAT SCAN KITAB...!!}

¤ Kemudian Syekh as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan menuliskan:

“Muhammad ibn Abdil Wahhab, perintis berbagai gerakan bid’ah ini, sering menyampaikan khutbah jum’at di masjid ad-Dar’iyyah.
Dalam seluruh khutbahnya ia selalu mengatakan bahwa siapapun yang bertawassul dengan Rasulullah maka ia telah menjadi kafir.
Sementara itu saudaranya sendiri, yaitu Syekh Sulaiman ibn Abdil Wahhab adalah seorang ahli ilmu.
Dalam berbagai kesempatan, saudaranya ini selalu mengingkari Muhammad ibn Abdil Wahhab dalam apa yang dia lakukan, ucapakan dan segala apa yang ia perintahkan.

Sedikitpun, Syekh Sulaiman ini tidak pernah mengikuti berbagai bid’ah yang diserukan olehnya.
Suatu hari Syekh Sulaiman berkata kepadanya:
“Wahai Muhammad Berapakah rukun Islam..??”

Muhammad ibn Abdil Wahhab menjawab: “Lima”.

Syekh Sulaiman berkata:
“Engkau telah menjadikannya enam, dengan menambahkan bahwa orang yang tidak mau mengikutimu engkau anggap bukan seorang muslim”.

Suatu hari ada seseorang berkata kepada Muhammad ibn Abdil Wahhab: “Berapa banyak orang yang Allah merdekakan (dari neraka) di setiap malam Ramadlan..??

Ia menjawab: “Setiap malam Ramadlan Allah memerdekakan seratus ribu orang, dan di akhir malam Allah memerdekakan sejumlah orang yang dimerdekakan dalam sebulan penuh”.

Tiba-tiba orang tersebut berkata: “Seluruh orang yang mengikutimu jumlah mereka tidak sampai sepersepuluh dari sepersepuluh jumlah yang telah engkau sebutkan, lantas siapakah orang-orang Islam yang dimerdekakan Allah tersebut....?!
Padahal menurutmu orang-orang Islam itu hanyalah mereka yang mengikutimu”.
Muhammad ibn Abdil Wahhab terdiam tidak memiliki jawaban.

Ketika perselisihan antara Muhammad ibn Abdil Wahhab dengan saudaranya; Syekh Sulaiman semakin memanas, saudaranya ini akhirnya khawatir terhadap dirinya sendiri. Karena bisa saja Muhammad ibn Abdil Wahhab
sewaktu-waktu menyuruh seseorang untuk membunuhnya.

Akhirnya ia hijrah ke Madinah, kemudian menulis karya sebagai bantahan kepada Muhammad ibn Abdil Wahhab yang kemudian ia kirimkan kepadanya.
Namun, Muhammad ibn Abdil Wahhab tetap tidak bergeming dalam pendirian sesatnya.
Demikian pula banyak para ulama madzhab Hanbali yang telah menulis berbagai risalah bantahan terhadap Muhammad ibn Abdil Wahhab yang mereka kirimkan kepadanya.
Namun tetap Muhammad ibn Abdil Wahhab tidak berubah sedikitpun.

Suatu ketika, salah seorang kepala satu kabilah yang cukup memiliki kekuatan hingga Muhammad ibn Abdil Wahhab tidak dapat menguasainya berkata kepadanya:
”Bagaimana sikapmu jika ada seorang yang engkau kenal sebagai orang yang jujur, amanah, dan memiliki ilmu agama berkata kepadamu bahwa di belakang suatu gunung terdapat banyak orang yang hendak menyerbu dan membunuhmu,
Lalu engkau kirimkan seribu pasukan berkuda untuk medaki gunung itu dan melihat orang-orang yang hendak membunuhmu tersebut,
Tapi ternyata mereka tidak mendapati satu orangpun di balik gunung tersebut, apakah engkau akan membenarkan perkataan yang seribu orang tersebut atau satu orang tadi yang engkau anggap jujur...??”

Muhammad ibn Abdil Wahhab menjawab: ”Saya akan membenarkan yang seribu orang”.

Kemudian kepada kabilah tersebut berkata:
”Sesungguhnya para ulama Islam, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, dalam karya-karya mereka telah mendustakan ajaran yang engkau bawa,
Mereka mengungkapkan bahwa ajaran yang engkau bawa adalah Sesat, karena itu kami mengikuti para ulama yang banyak tersebut dalam menyesatkan kamu”.

Saat itu Muhammad ibn Abdil Wahhab sama sekali tidak berkata-kata.

Terjadi pula peristiwa, suatu saat seseorang berkata kepada Muhammad ibn Abdil Wahhab:
”Ajaran agama yang engkau bawa ini apakah ini bersambung (hingga Rasulullah) atau terputus...??”.

Muhammad ibn Abdil Wahhab menjawab:
”Seluruh guru-guruku, bahkan guru-guru mereka hingga enam ratus tahun lalu,
Semua mereka adalah orang-orang musyrik”.

Orang tadi kemudian berkata:
”Jika demikian ajaran yang engkau bawa ini terputus..!!
Lantas dari manakah engkau mendapatkannya..??”

Ia menjawab: ”Apa yang aku serukan ini adalah wahyu ilham seperti Nabi Khaidlir”.

Kemudian orang tersebut berkata:
”Jika demikian berarti tidak hanya kamu yang dapat wahyu ilham, setiap orang bisa mengaku bahwa dirinya telah mendapatkan wahyu ilham.
Sesungguhnya melakukan tawassul itu adalah perkara yang telah disepakati di kalangan Ahlussunnah, bahkan dalam hal ini Ibn Taimiyah memiliki dua pendapat, ia sama sekali tidak mengatakan bahwa orang yang melakukan tawassul telah menjadi kafir”

(ad-Durar as-Saniyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah, h. 42-43).

———————————————————————————————

Tashowwuf al-Ghouts Syaikh 'Abdul Qodir Jailan Al-Baghdadi

Pengertian, hakikat tashowwuf menurut Sayyidina Al-Ghouts Syaikh 'Abu Muhammad Muhyidin Abdul Qodir Al-Jailani Qoddasallaahu sirruh, terdiri dari khuruf, Ta' Shod, Wawu dan Fa.
.
Dalam Sirr al-Asror wa Madhhar Al-Anwar dijelaskan :
.
التصوف في علم الحروف يقول الغوث الأعظم عبد القادر الكيلاني : لفظ التصوف أربعة أحرف ، تاء -صاد – واو – فاء .
.
فالتاء : من التوبة وهو على وجهين : توبة الظاهر ، وتوبة الباطن . فتوبة الظاهر : هي أن يرجع بجميع أعضائه الظاهرة من الذنوب والذمائم إلى الطاعات ومن المخالفات إلى الموافقات قولاً وفعلاً .
وأما التوبة الباطنية : فهي أن يرجع إلى الموافقات بتصفية القلب ، فإذا حصل تبديل الذميمة بالحميدة فقد تم مقام التاء .
.
والصاد : من الصفاء وهو أيضاً على وجهين : صفاء القلب ، وصفاء السر . فصفاء القلب : أن يصفى قلبه من الكدورات البشرية مثل العلائق التي تحصل في القلب من كثرة الأكل والشرب والمنام والكلام والملاحظات الدنيوية ... وتصفية القلب من هذه الخصال المذكورة لا يحصل إلا بملازمة ذكر الله تعالى في التلقين جهراً ...
وأما صفاء السر : فهو بالاجتناب عما سوى الله تعالى ومحبته بملازمة أسماء التوحيد بلسان السر في سره ، فإذا حصل له هذه الصفة فقد تم مقام الصاد .
.
وأما الواو : فهو من الولاية وهي تترتب على التصفية ... ونتيجة الولاية أن يتخلق بأخلاق الله تبارك وتعالى ... كما قال تبارك وتعالى : ( إذا أحببت عبداً كنت له سمعاً وبصراً ولساناً ويداً ورجلاً فبي يسمع وبي يبصر وبي ينطق وبي يبطش وبي يمشي )
( نوادر الأصول في أحاديث الرسول ج: 1 ص: 264 ).
فحصل مقام الواو .
.
وأما الفاء : فهو الفناء في الله جل جلاله ، فإذا أفنى صفات البشرية يبقى صفات الأحدية وهو سبحانه لا يفنى ولا يزول ، فيبقى العبد الفاني مع الرب الباقي ومرضياته ويبقى القلب الفاني مع السر الباقي ... فإذا تم الفناء فيه حصل البقاء في عالم القربة كما قال الله تبارك وتعالى : ( في مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَليكٍ مُقْتَدِرٍ )
( القمر : 55 )
وهو مقام الأنبياء والأولياء في عالم اللاهوت
(الشيخ عبد القادر الكيلاني – سر الأسرار ومظهر الأنوار – ص 37 – 39 )
.
Berkata al-Ghouts al-A'dhom Syaikh 'Abdul Qodir Al-Jailani : Lafadz tashowwuf terdiri dari empat huruf, Ta' ; Shod ; Wawu ; Fa.
.
Adapun Ta' : diambil dari kata taubat, dimana taubat sendiri terbagi menjadi dua. Taubat dhohir dan taubat bathin.
.
Taubat dhohir adalah kembalinya keseluruhan jiwa raga dari dosa-dosa dan cela kepada keta'atan, dari kesesatan kepada pertolongan kebenaran/kesejahteraan baik ucapan mahupun perbuatan.
.
Adapun taubat bathiniyyah, iaitu kembali pada kesejahteraan dengan meluruskan, memperbaiki keadaan hati. Maka apabila telah berhasil merubah ketercelaan dengan yang terpuji, sempurnalah maqom Ta' (taubat).
.
Kemudian khuruf Shod : berasal dari kata Shofaa-an yang berarti bersih, jernih, ini juga terbagi menjadi dua ; kejernihan hati dan sirr (bathin)
.
Adapun kejernihan hati, membersihkan hati dari kotoran-kotoran(kekeruhan) yang merupakan sifat-sifat manusiawi seperti ketergantungan atas apa yang dihasilkan oleh hati kerna sebab banyaknya makan, minum, tidur, bicara dan terlalu menurutkan diri(perhatian)pada duniawi. Dan hasil penyucian hati yang disebutkan tadi tidaklah menghasilkan sesuatu kecuali dengan dzikir secara terus menerus kepada Allaahu Ta'aalaa dalam kesungguhan belajar.
.
Adapun penyucian sirr (bathin) : artinya tidak melakukan ma'siyat kepada Allaahu Ta'aalaa dan berusaha mencintai-Nya dengan cara istiqomah dalam berdzikir mengagungkan Asma Tauhid secara lisan dan sirr dalam batinnya. Maka apabila telah berhasil melakukan hal ini, sempurnalah maqom Shod.
.
Adapun huruf Wawu berasal dari kata wilayah, artinya tertib dalam menjalani penyucian jiwa. Dan hasil dari Wilayah adalah berbudi pekerti seperti Budi Pekerti-Nya Allaahu Tabaaroka wa Ta'aalaa. Sebagaimana Firman Allaahu Tabaaroka wa Ta'aalaa : Apabila Aku Mencintai hamba-Ku, pendengaran, penglihatan, lisan/ucapan, tangan, kakinya ; maka dengan-Ku mereka mendengar, melihat, berbicara, memukul, dan melangkah.
(Nawadir al-Ushul fi Achaadits al-Rosuul : Juz 1 hal 264)
maka dengan begitu sempurnalah maqom (Wawu)
.
Adapun Faa' berasal dari kata al-Fanaa (meniadakan diri) di Hadapan Allaah Jalla Jalaalah (Yang Maha Besar). Maka apabila telah meleburkan segala sifat manusiawi, kekallah sifat ahadiyah dan Dia Menyucikannya , tidak akan merusak dan juga menyesatkannya.Mengabadikan hamba bersama Robb Yang Maha Kekal, Meridloinya, Mengekalkan hati yang fana bersama sirr al-Baaqi. Maka apabila sempurna al-fana di dalamnya, kekalah di dalam alam yang penuh keni'matan kesenangan. Sebagaimana Firman Allaah : "Di tempat yang disenangi di Sisi Robb Yang Maha Berkuasa.
(QS. Al-Qomar :55).
Dimana hal itu merupakan maqom para Nabi dan Wali di dalam alam ke-Tuhanan.

FUNGSI TOMBOL PADA KEYBOARD

Ctrl + A : Select All
Ctrl + B : Bold
Ctrl + C : Copy
Ctrl + D : Font
Ctrl + E : Center Alignment
Ctrl + F : Find
Ctrl + G : Go To
Ctrl + H : Replace
Ctrl + I : Italic
Ctrl + J : Justify Alignment
Ctrl + K : Insert Hyperlink
Ctrl + L : Left Alignment
Ctrl + M : Incrase Indent
Ctrl + N : New
Ctrl + O : Open
Ctrl + P : Print
Ctrl + Q : Normal Style
Ctrl + R : Right Alignment
Ctrl + S : Save / Save As
Ctrl + T : Hanging Indent
Ctrl + U : Underline
Ctrl + V : Paste
Ctrl + W : Close
Ctrl + X : Cut
Ctrl + Y : Redo
Ctrl + Z : Undo
Ctrl + 1 : Single Spacing
Ctrl + 2 : Double Spacing
Ctrl + 5 : 1,5 lines
Ctrl + Esc : Start Menu
F1 : Menjalankan fungsi pertolongan yang disediakan pada Word
F2 : Megubah nama suatu file/folder
F3 : Menjalankan perintah AutoText
F4 : Mengulangi perintah sebelumnya
F5 : Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto
F6 : Menjalankan Perintah Other Pane
F7 : Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks (spelling)
F8 : Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
F9 : Mengupdate Field (Mail Merge)
F10 : Mengaktifkan Menu
F11 : Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
F12 : Mengaktifkan dialog Save As
Esc : Membatalkan dialog / perintah
Enter : Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatu paragraf
Tab : Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal
Windows : Mengktifkan Menu Start
Shortcut : Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor
Delete : Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor
Backspace : Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor
Insert : Menyisip karakter di posisi kursor
Home : Memindahkan posisi kursor ke awal baris
End : Memindahkan posisi kursor ke akhir baris
Page Up : Menggulung layar ke atas
Page Down : Menggulung layar ke bawah
Up : Memindahkan kursor 1 baris ke atas
Down : Memindahkan kursor 1 baris ke bawah
Left : Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri
Right : Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan
Num Lock On : Fungsi pengetikan angka-angka dan operator matematik aktif
Num Lock Off : Fungsi tombol navigasi aktif
Shift + F10 : Membuka menu pintas, sama seperti mengklik kanan
Alt : Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya
berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar
Shift + Delete : Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item
dalam Recycle Bin
Ctrl + Right Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya
Ctrl + Left Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya
Ctrl + Down Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya
Ctrl + Up Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya
Alt + F4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif
Alt + Enter : Menampilkan properti dari objek yang dipilih
Alt + Spacebar : Buka menu shortcut untuk jendela aktif
Ctrl + F4 : Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda
untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan
Alt + Tab : Switch antara item yang terbuka
Alt + Esc : Cycle melalui item dalam urutan yang telah dibuka
Ctrl + Shift + Tab : Bergerak mundur melalui tab
Shift + Tab : Bergerak mundur melalui pilihan

Versi 2 :
• CTRL + C (Copy)
• CTRL+X (Cut) CTRL + X (Cut)
• CTRL+V (Paste) CTRL + V (Paste)
• CTRL+Z (Undo) CTRL + Z (Undo)
• DELETE (Hapus)
• SHIFT+DELETE (Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin)
• CTRL sambil menyeret (men-drag) sebuah item (Menyalin item yang dipilih)
• CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat cara pintas ke item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + RIGHT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata berikutnya)
• CTRL + LEFT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata sebelumnya)
• CTRL + DOWN ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf berikutnya)
• CTRL + UP ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf sebelumnya)
• CTRL + SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Sorot blok teks)
• SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Pilih lebih dari satu item dalam sebuah jendela atau pada desktop, atau pilih teks dalam dokumen)
• CTRL + A (Pilih semua)
• Tombol F3 (Mencari sebuah file atau folder)
• ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih)
• ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
• CTRL + F4 (Menutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
• ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka)
• ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang telah dibuka)
• Tombol F6 (Siklus melalui elemen-elemen layar dalam jendela atau pada desktop)
• Tombol F4 (Menampilkan Address bar list di My Computer atau Windows Explorer)
• SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Tampilan menu Sistem untuk jendela aktif)
• CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
• ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai)
• Surat digarisbawahi dalam nama perintah pada menu yang terbuka (Lakukan perintah yang sesuai)
• Tombol F10 (Aktifkan menu bar dalam program aktif)
• ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
• LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
• Tombol F5 (Memperbarui jendela aktif atau merefresh)
• BACKSPACE (Melihat folder satu level ke atas di My Computer atau Windows Explorer)
• ESC (Membatalkan tugas sekarang)
• SHIFT ketika Anda memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-ROM secara otomatis bermain/autoplay)
Keyboard Shortcuts Dialog Box
• CTRL + TAB (Move forward melalui tab)
• CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
• TAB (Move forward melalui pilihan)
• SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
• ALT + huruf yang digarisbawahi (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
• ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
• SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check box)
• Arrow tombols Panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)
• Tombol F1 (Menampilkan Help)
• Tombol F4 (Menampilkan item dalam daftar aktif)
• BACKSPACE (Membuka folder satu tingkat ke atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog)
Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts
• Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start)
• Logo Windows + BREAK (Menampilkan System Properties dialog box)
• Logo Windows + D (Menampilkan the desktop)
• Logo Windows + M (Meminimalkan semua jendela)
• Logo Windows + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
• Logo Windows + E (Membuka My Computer)
• Logo Windows + F (Mencari for a file atau folder)
• CTRL + Windows Logo + F (Mencari for komputer)
• Logo Windows + F1 (Menampilkan Windows Help)
• Logo Windows + L (Mengunci keyboard)
• Logo Windows + R (Membuka kotak dialog Run)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
Accessibility Tombol board Shortcuts
• Right SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterTombols on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + PRINT SCREEN (Beralih High Contrast on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseTombols on atau off)
• SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyTombols on atau off)
• NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleTombols on atau off)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
Windows Explorer Tombolboard Shortcuts
• END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
• HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
• NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Tampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Minus sign (-) (Collapse folder yang dipilih)
• LEFT ARROW (Collapse pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder utama)
• RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini, atau pilih subfolder pertama)
Shortcut Tombols for Character Map Tombol pintas untuk Peta Karakter
• Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid dengan menggunakan cara pintas tombolboard:
• RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya)
• LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
• UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
• DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris)
• PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu)
• DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
• HOME (Pindah ke awal baris)
• END (Pindah ke akhir baris)
• CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
• CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
• SPACEBAR (Beralih antara yang lebih besar dan Normal ketika seorang karakter yang dipilih)
Microsoft Management Console (MMC) Main Window Tombol board Shortcuts
• CTRL + O (Open yang disimpan konsol)
• CTRL + N (Buka konsol baru)
• CTRL + S (Save the open console)
• CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
• CTRL + W (Buka jendela baru)
• F5 tombol (Update konten dari semua jendela konsol)
• ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC)
• ALT + F4 (Close the console)
• ALT + A (Menampilkan the Action menu)
• ALT + V (Menampilkan the View menu)
• ALT + F (Menampilkan the File menu)
• ALT + O (Menampilkan the Favorites menu)
Konsol MMC Window Tombolboard Shortcuts
• CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
• ALT + tanda Minus (-) (Menampilkan menu jendela jendela konsol yang aktif)
• SHIFT + F10 (Menampilkan the Action menu shortcut untuk item yang dipilih)
• Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F5 (Update konten dari semua jendela konsol)
• CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
• CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + F4 (Close jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol)
Remote Desktop Connection Navigation
• CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box
• ALT + PAGE UP (Beralih antara program dari kiri ke kanan)
• ALT + PAGE DOWN (Beralih antara program dari kanan ke kiri)
• ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan)
• ALT + HOME (Menampilkan menu Start)
• CTRL + ALT + BREAK (Beralih komputer klien antara jendela dan layar penuh)
• ALT+DELETE (Menampilkan the Windows menu) ALT + DELETE (Menampilkan the Windows menu)
• CTRL + ALT + Minus sign (-) (Membuat snapshot dari jendela aktif klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
• CTRL + ALT + Plus sign (+) (Membuat snapshot dari seluruh area jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
Internet Explorer navigation Internet Explorer navigasi
• CTRL + B (Membuka kotak dialog Atur Favorit)
• CTRL + E (Open the select bar)
• CTRL + F (Start the Find utility)
• CTRL + H (Open the History bar)
• CTRL + I (Open the Favorites bar)
• CTRL + L (Buka kotak dialog Open)
• CTRL + N (Start contoh lain dari browser dengan alamat Web yang sama)
• CTRL + O (Membuka kotak dialog Buka, sama seperti CTRL + L)
• CTRL + P (Membuka kotak dialog Print)
• CTRL + R (Memperbarui halaman Web ini)
• CTRL + W (Close jendela aktif)
•PRIN SCRN + printer aktif (Mencetak snapshot/ jendela keseluruhan)
•ALT + PRINT SCRN + PINTER AKTIF ( Mencetak Windows Aktif)

•SHIFT + F3 (1x) (Huruf depan Kapital)
•SHIFT + F3 (2x) (Semua Huruf kapital/besar)
•SHIFT + F3 (3x) (Semua huruf kecil)

PERJUANGAN KAUM SATRIA CIREBON UNTUK KEMERDEKAAN RI

Cirebon, kota kecil yang terletak di bagian Timur Jawa Barat, hingga kini, dikenal sebagai salah satu kota ’santri’ di negeri ini, tentu selain Demak, Pekalongan, Kediri, dan beberapa kota lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini bukan tidak beralasan atau sekedar julukan. Sedikitnya ada beberapa indikator

bisa dikemukakan, diantaranya; Pertama, sejarah kota dan atau kabupaten Cirebon menunjukkan kaitan eratnya dengan sejarah dan budaya kaum santri. Dimana kota ini pernah jadi salah satu area Islamisisasi dari gerakan dakwah kultural Wali Songo. Sunan Gunung Djati atau yang dikenal juga dengan Syarif Hidayatullah hadir di Cirebon sebagai pendakwah Islam kultural yang simpatik. Keberadaan Sang Sunan ini selain juga merupakan bagian dari Islamisasi Jawa ala Wali Songo, juga merupakan bagian dari perjalanan membesarkan kerajaan Cirebon masa lampau. Untuk menghormati jasa-jasa Sang Sunan, hingga kini masyarakat Cirebon dan kaum santri pada umumnya ’rajin’ menziarahi pesarean (maqbarah) Sang Sunan, atau setidaknya mengingat wasiatnya yang sangat populis, ”Insun titip tajug lan fakir miskin” (saya titip mushalla dan fakir miskin).
Kedua, banyaknya pesantren di kota dan kabupaten Cirebon. Di Cirebon bagian Timur terdapat ‘kampung pesantren’ Buntet, sebuah kompleks pesantren yang berlokasi di desa Mertapada Kulon. Tidak jauh dari situ, terdapat pesantren Gedongan yang berlokasi di desa Ender. Sementara di wilayah Cirebon Barat bagian Selatan terdapat ‘kampung pesantren’ Babakan Ciwaringin. Di wilayah Cirebon Barat bagian Utara terdapat pesantren Dar Al-Tauhid di desa Arjawinangun, dan pesantren Al-Anwariyah di desa Tegalgubug. Terbentang di antara di antara wilayah Barat bagian Utara dan bagian Selatan, dapat ditemui dua pesantren; pesantren Tahsinul Akhlaq di desa Winong dan ’kampung pesantren’ di desa Kempek Ciwaringin. Ke Selatan sedikit, kita dapat menjumpai pesantren Balerante, Palimanan. Dari Palimanan ke arah Timur, di wilayah Plered, kita juga dapat menjumpai beberapa pesantren. Di Cirebon Kota, juga terdapat banyak pesantren. Sebut saja beberapa diantaranya adalah pesantren Jagasatru, pesantren Istiqomah, dan pesantren Siti Fatimah. Di bagian lain dari Kota Cirebon terdapat pesantren Benda Kerep. Nama-nama dan lokasi pesantren itu hanya sebagian dari yang ada, masih banyak nama dan lokasi pesantren yang sesungguhnya belum disebutkan.

Bukan hanya itu, fakta sejarah membuktikan, bahwa kaum santri Cirebon juga berpartisipasi aktif dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa ini. Di kampung kelahiran saya, desa Ujungsemi kecamatan Kaliwedi kabupaten Cirebon, terdapat makam pahlawan. Pemerintah setempat menziarahinya setiap hari pahlawan atau hari kemerdekaan RI. Ratusan pahlawan yang gugur dan dikebumikan di situ adalah kaum santri, alias pejuang-pejuang Islam yang terdiri dari kyai-santri yang saling bahu membahu mengusir penjajah. Mereka membela tanah air meski harus bersimbah darah dan kehilangan nyawa.
Ketika saya duduk di bangku sekolah dasar (SD), saya ingat betul, ada orang yang sangat dihormati penduduk kampung. Karena selain dikenal sebagai ahli agama, beliau juga dikenal sebagai salah satu pejuang kemerdekaan yang tersisa. Penduduk memanggilnya Kyai Nurin. Yah Kyai Nurin yang dikenal kebal peluru dan salah seorang santri Kyai Syathori Arjawinangun.

Ketika saya menimba ilmu di pesantren Babakan Ciwaringin, diceritakan oleh para ustadz, bahwa pendiri kampung pesantren Babakan, Kyai Jatira, adalah juga seorang pejuang anti Belanda. ”Seandainya bukan karena perjuangan Kyai Jatira, pesantren Babakan Ciwaringin ini tidak akan ada” kata seorang ustadz di pesantren tempat saya belajar, Assalafie. Perjuangan Kyai Jatira ini terutama pertentangannya terhadap kebijakan penjajah dalam membangun jalan yang akan mengganggu pesantren. Beliau dengan berani memindahkan ’patok’ penanda pembangunan jalan ke sebelah utara, sehingga tidak mengganggu pesantren. Kaum penjajahpun terkecoh karenanya.

Tidak jauh dari situ, bergeser ke Barat dan Selatan dari Babakan Ciwaringin, ada desa Kedondong kecamatan Susukan, yang juga bertetangga dengan desa Gintung kecamatan Ciwaringin. Dari desa ini ada cerita heroik perjuangan kaum santri melawan penjajah, yang dikenal dengan ’Perang Kedondong’. Dalam perang ini, dengan dipimpin Pangeran Matangaji, kaum santri bahu membahu melawan penjajah. Pangeran Matangaji sendiri adalah keluarga kraton Cirebon (Kasepuhan) yang turun tangan memimpin masyarakat memimpin perlawanan terhadap kolonial. Dalam peperangan ini kaum santri berperang sampai titik darah penghabisan. Banyak kalangan santri yang meninggal. Sementara pangeran Matangaji, menyelematkan diri. Ada yang menyatakan beliau kemudian meninggal di sebuah desa, yang sekarang dikenal sebagai desa Matangaji, Sumber.

Di desa Gintung, sebelah desa Kedondong ada tanah lapang. Penduduk setempat menyebutnya Blambangan. Di tempat inilah kaum santri banyak terbunuh dalam perang kedondong. Beberapa memang selamat, seperti Kyai Abdullah dari Lontang Jaya, kakek Kyai Syathori Arjawinangun. Ada juga yang menyatakan bahwa selain kyai Abdullah, Kyai Jaitra Babakan Ciwaringin dan Kyai Idris dari Kempek Ciwaringin, turut pula dalam peperangan ini. Mereka berdua juga termasuk kyai yang selamat dari senjata kaum penjajah.

Sementara itu Kyai Syatori, pendiri pesantren Arjawinangun, bersama Kyai Abbas Buntet dan Kyai Sonhaji Indramayu beserta beberapa kyai lainnya, berpartisipasi aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI, dari agresi Belanda. Saat itu Kyai Saythori Arjawinangun, Kyai Abbas Buntet dan beberapa kyai lain pergi ke Jawa Timur memenuhi panggilan Kyai Hasyim Asy’ari untuk dimintai pandangan soal mempertahankan tanah air dari serangan agressi Belanda. Perundingan ditunda sampai rombongan kyai Cirebon hadir. Perundingan itulah kemudian yang dijadikan dasar oleh Bung Karno untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Pesantren Buntet sendiri adalah kampung pesantren yang sejak awal didirikan dengan sikap kritis terhadap segala bentuk penjajahan. Pendiri pesantren Buntet, Mbah Muqayyim, dikenal sebagai seorang yang anti kolonialisme, dan tidak mengenal kompromi sedikitpun dengan Belanda. Sikap kerasnya ini pula, yang membuatnya keluar dari lingkungan Kraton Cirebon (Kasepuhan) untuk kemudian membangun basis kekuatan rakyat melalui pendidikan agama (pesantren).

Untuk kepentingan ini, kemudian di pesantren Buntet juga dikembangkan ilmu kanuragan, tentu disamping ilmu-ilmu yang utama, ilmu-ilmu agama. Kyai Abbas, pada masanya, selain dikenal sebagai ahli agama, beliau juga dikenal sebagai guru silat yang cukup mumpuni. Memang, di beberapa pesantren tradisional di Cirebon, ilmu-ilmu kanuragan (kesaktian) ini kerap pula diajarkan. Entah itu sengaja, secara terkurikulum dan bertahap, atau sekedar sebagai hadiah dari Kyai kepada santrinya yang telah menghatamkan (menyelesaikan) kitab-kitab kajian tertentu.

Bahkan pada masa perjuangan kyai-kyai tersebut, di Cirebon dikenal kyai kanuragan yang merupakan guru kanuragan dari kyai-kyai yang ada di Cirebon. Beliau adalah Kyai Rafi’i dari Kali Tengah, Plered. Pada masanya, kyai-kyai Cirebon tidak akan buru-buru turun mengajarkan ilmu agama di masyarakat sebelum belajar kanuragan kepada beliau.

Saat ini, kiprah kaum santri (kyai-santri) Cirebon bagi bangsa ini tetap tidak bisa diremehkan begitu saja. Cirebon memiliki Kyai Fuad Hasyim (al-marhum), seorang mubaligh kondang dari Buntet. Beliau aktif di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan gigih mengusung nasionalisme bangsa. Cirebon memiliki Kyai Yahya Masduki (al-marhum) yang dengan gigih menyatakan bahwa persaudaraan sesama anak bangsa dan sesama manusia sama pentingnya dengan persaudaraan sesama muslim. Beliau kyai yang tetap populis, rendah hati, dan tidak berambisi untuk dirinya sendiri.

Cirebon juga memiliki Kyai Syarif Utsman Yahya, yang dengan gigih menyadarkan bangsa akan arti kemerdekaan, nasionalisme, dan arti hidup berbangsa. Atas dasar pandangannya mengenai hak-hak warga negara, beliau dengan berani membela keberadaan Ahamadiyah. Beliau lakukan pernyataan sikap berkali-kali, baik di media lokal, media nasional maupun internasional untuk menyatakan bahwa Ahmadiyah memiliki hak hidup di negeri ini. Beliau terus konsisten melakukan pembelaan ini, meski dikecam oleh beberapa kyai garis keras di Cirebon.

Cirebon juga memiliki Kyai Husein Muhammad, yang dengan gigih memperjuangkan hak-hak perempuan, yang selama ini tertindas. Beliau melakukan ini, bukan sekedar karena ikut-iuktan trend jender, tetapi karena memang Islam mengajarkan kesetaraan dan menolak segala bentuk kezaliman.

Cirebon memiliki kyai dan santri yang luar biasa. Tergantung kita semua, apakah kita akan meneruskan perjuangan kyai-kyai dan guru-guru kita tersebut, atau sebaliknya. Wallahu a’lam bi alshawab.